Sistem komputer di dua rumah sakit di Jakarta, yakni RS Dharmais dan RS Harapan Kita, diserang ransomware. Ransomware bernama WannaCry mengunci sistem komputer sehingga data di dalamnya tidak bisa diakses. Akibatnya layanan medis pun terganggu. Penyebar WannaCry mengunci sistem piranti lunak dan data pasien dengan menggunakan enkripsi. Apabila pihak rumah sakit ingin menyelamatkan data yang disandera itu, tebusan senilai 300 dollar AS (sikitar Rp 4 juta). Jika uang tebusan telah di transfer, pembuat virus akan membuka enkripsi atau kunci agar sistem dan data dapat diakses seperti sediakala.
Uang tebusan harus dikirim dalam bentuk bitcoin ke dompet
digital sang pembuat program jahat. Bitcoin adalah mata uang digital alias
cryptocurrency yang transaksinya tidak bisa dilacak sehingga populer digunakan
oleh kalangan dunia hitam, termasuk pelaku serangan cyber dan pembuat
ransomware. Ransomware yang sama juga menyerang setidaknya 16 rumah sakit di
Inggris, membuat para dokter kerepotan lantaran dibuat tidak bisa mengakses
rekam medis pasien. Ransomware juga telah menyebar luas ke 99 negara dalam
waktu kurang dari dua hari. Potensi penyebarannya pun masih ada.
Tim khusus sudah dipersiapkan untuk menghadapi persoalan ini
yang antara lain meliputi Direktorat Keamanan Kemenkominfo dan pegiat keamanan
siber, serta bekerja sama dengan sejumlah pihak dari luar Indonesia. Untuk
menanggulangi serangan dan mencegah penyebaran lebih luas, maka Kementerian
Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) mengambil tindakan cepat dengan
merangkul lintas tim, antara lain Indonesia Security Incident Response Team on
Internet Infrastructure (ID-SIRTII), Internet Communication & Technology
(ICT) Watch dan sejumlah lembaga lain.
Ransomware WannaCry bisa menginfeksi komputer dengan mudah
tanpa diketahui, dan tidak membutuhkan campur tangan pengguna seperti teknik
phising. Begitu satu komputer terinfeksi, maka komputer –komputer lain dalam
jaringan kantor bisa langsung ikut terjangkit. Menurut staf ID-SIRTII Adi
Jaelani, virus ransomware WannaCrypt saat ini menyerang sistem server dan
operasi Windows 8 ke bawah yang belum melakukan update terbaru untuk menambal
celah keamanan.
Tip dari ID-SIRTII
Melokalisir dan Mengisolasi WannaCry
1.
Putuskan koneksi jaringan dengan cabut kabel
data dan atau matikan koneksi WiFi
2.
Matikan macro dan SMB Service, aktifkan firewall
blok Port 139, 445, 3389.
3.
Unduh tools dan security patch secara manual
dari komputer lain, simpan di USB
4.
Install tools dan security patch yang sudah di
download ke komputer yang telah terjangkiti
5.
Jalankan full scan menggunakan antivirus dengan
fitur total security yang update
6.
Lakukan backup data penting ke media lain yang
aman dan bersih yang tidak terinfeksi
7.
Bila masih ada kesulitan dan membutuhkan bantuan
dan langkah teknis detail, ID SIRTII siap membantu dengan menghubungi nomor
telepon 02131925551, 0213193556
Untuk di luar jam kerja dapat menghubungi 08156179328
Tip dari Kemenkominfo
A.
Langkah-langkah Antisipasi
1.
Sebelum hidupkan komputer atau server, terlebih
dahulu matikan hotspot atau WiFi dan cabut koneksi kabel LAN atau Internet
2.
Segera pindahkan data ke sistem operasi non
windows (linux, mac) dan atau lakukan backup atau copy semua data ke media
penyimpanan terpisah
B.
Tindak Lanjut Teknis lain
1.
Lakukan pembaruan keamanan pada windows dengan
memasang Patch MS17-010 yang dikeluarkan oleh microsoft. (lihat: https://technet.microsoft.com/en-us/library/security/ms17-010.aspx
)
Pembaruan sebaiknya dilakukan dengan cara mengambil file patch dengan
mengunduhnya menggunakan komputer biasa, bukan komputer yang berperan penting
2.
Lakukan pembaruan antivirus, contohnya Kapersky
Total Security, Panda, Eset, Symantec yang bisa download versi trial untuk 30
hari gratis dengan fungsi atau fitur penuh dan update. Pastikan antivirus
meliputi anti ransomware.
3.
Matikan fungsi SMB (Server Message Block) dan
jangan mengaktifkan fungsi macros.
4.
Block Port: 138/445 & 3389.
C.
Hal lain yang perlu Diperhatikan
1.
Penularan dapat melalui penyebaran file
attachment email dan link ke situs malware, bukan hanya lewat penyebaran
melalui jaringan.
2.
Saat ini belum ada solusi yang paling cepat dan
jitu untuk mengembalikan file yang sudah terinfeksi WannaCry, namun memutuskan
sambungan internet dari komputer yang terinfeksi, akan menghentikan penyebaran
WannaCry ke komputer lain yang rentan
3.
Untuk keperluan konsultasi, Kementerian Kominfo
mempersilahkan masyarakat yang membutuhkan bantuan menghubungi:
Aries K (Dutjen Aptika – 08567235183)
Didien
(ID-SIRTII – 081199360071)



No comments:
Post a Comment